-->

Hubungan Jerawat Dengan Tingkat Kecemasan Pada Remaja

Hubungan Jerawat Dengan Tingkat Kecemasan Pada Remaja
Hubungan Jerawat Dengan Tingkat Kecemasan Pada Remaja
Acne vulgaris adalah suatu keadaan dimana pori-pori kulit tersumbat sehingga timbul bintik merah dan abses (kantong nanah) yang meradang dan terinfeksi pada kulit. Jerawat sering terjadi pada kulit wajah, leher dan punggung dan terdapat pada perempuan umur 14-17 tahun laki-laki umur 16-19 tahun. Acne vulgaris mempunyai dampak bagi Remaja secara fisik maupun psikologik dan dapat menimbulkan kecemasan dan depresi. Tujuan mengetahui hubungan timbulnya Acne Vulgaris dengan tingkat kecemasan pada Remaja


Salah satu penyakit kulit yang selalu mendapat perhatian bagi para remaja dan dewasa muda adalah jerawat atau dalam bahasa medisnya acne vulgaris. Penyakit ini tidak fatal, tetapi cukup merisaukan karena berhubungan dengan menurunnya kepercayaan diri akibat berkurangnya keindahan wajah penderita (Yuindartanto, 2009). Meskipun Acne vulgaris tidak menimbulkan fatalitas, tetapi Acne dapat cukup merisaukan karena berhubungan dengan menurunnya kepercayaan diri akibat berkurangnya keindahan pada wajah penderita (Efendi, 2008).

Acne vulgaris adalah suatu keadaan dimana pori-pori kulit tersumbat sehingga timbul bruntusan (bintik merah) dan abses (kantong nanah) yang meradang dan terinfeksi pada kulit. Jerawat sering terjadi pada kulit wajah, leher dan punggung. Baik laki-laki maupun perempuan (Susanto, 2013).

Acne dikatakan hingga 80% populasi pada satu saat. Gambaran khas adalah timbul pada remaja, sering kali yang sedang mengalami tanda-tanda awal pubertas, dengan beragam lesi yang hilang timbul. Dapat ditemukan beberapa jenis kulit lesi (Bourke, 2011).

Adapun berbagai faktor. Penyebab acne sangat banyak (multifactorial), antara lain : genetik, endoktrin, faktor makanan, keaktifan, dari kelenjar sebasea sendiri, faktor psikis, iklim, infeksi bakteri (Propionibacterium acnes), dan kosmetika (Victor, 2010).

Insidensi tertinggi terdapat pada perempuan antara umur 14–17 tahun dan pada laki-laki antara umur 16–19 tahun. Tetapi dapat pula timbul pada usia di atas 40 tahun dan penyakit ini dapat pula menetap pada usia lanjut. 10% kasus didapat pada usia 30–40 tahun. Bentuk yang lebih berat dari akne terdapat pada kira-kira 3% lakilaki, lebih jarang pada perempuan (Rahmawati, 2012). Perilaku sosial, psikologis, dan emosional yang berasal dari akne telah dilaporkan mirip dengan perilaku yang terdapat pada epilepsi, asma, diabetes, dan artritis. Pasien akne yang diperiksa di pusat pelayanan tersier cenderung mengalami depresi, kecemasan, menarik diri dari pergaulan sosial, kemarahan, serta cenderung tidak memiliki perkerjaan dibandingkan dengan yang tidak mengalami akne (Andri, 2009).

Penyakit kulit bukan merupakan penyakit yang berbahaya namun mempunyai dampak yang besar bagi para remaja baik secara fisik maupun psikologik dapat menimbulkan kecemasan dan depresi. Wajah yang berjerawat akan berpengaruh pula pada  perkembangan psikososial termasuk kepercayaan diri (Saragih, 2016). Remaja dalam perkembangannya, dihadapkan oleh berbagai perubahan mencakup perubahan biologis dan psikologis. Perubahan biologis yang terdiri dari peruahan fisik merupakan pencetus yang berdampak pada tahap psikis. Perubahan kondisi fisik inilah yang berpengaruh pada kepercayaan diri.

Penampilan fisik seperti wajah berjerawat yang tidak sesuai dengan gambaran ideal seorang remaja akan menimbulkan ketidakpuasan sehingga menimbulkan rasa kurang percaya diri (Ompi, 2016).
Advertisement